Showing posts with label KOMP LEMBAGA KEU PERBANKAN. Show all posts
Showing posts with label KOMP LEMBAGA KEU PERBANKAN. Show all posts

Monday, April 8, 2013

JURNAL KLKP



Pemilihan Model Asset Pricing: Studi Empiris Emiten Non-Keuangan (from http://rowlandpasaribu.wordpress.com)

Abstract 

The Capital Asset Pricing Model (CAPM) has dominated finance theory for over thirty years; it suggests that the market beta alone is sufficient to explain stock returns. However evidence shows that the cross-section of stock returns cannot be described solely by the one-factor CAPM. Therefore, the idea is to add other factors in order to complete the beta in explaining the price movements in the stock exchange. The Arbitrage Pricing Theory (APT) has been proposed as the first multifactor successor to the CAPM without being a real success. Later, researchers support that average stock returns are related to some fundamental factors such as size, book-to-market equity and momentum. Alternative studies come as a response to the poor performance of the standard CAPM. They argue that investors choose their portfolio by using not only the first two moments but also the skewness and kurtosis. The main contribution of this paper is comparison between the CAPM, the Fama and French asset pricing model (TPFM) and the Four Factor Pricing Model (FFPM) adding the third and fourth moments to calculate expected return of non-financial Indonesian listed firms. The selection of the best model is based on the highest coefficient of determination. The kurtosis-FFPM turned out to be the best model.

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model asset pricing yang terbaik dari sembilan model yang ada berdasarkan indikator koefisien determinasi guna mengestimasi tingkat pengembalian saham yang diharapkan pada emiten saham non-keuangan di BEI periode 2003-2006. Dalam hal menetapkan kinerja model yang terbaik untuk mengestimasi biaya ekuitas, penelitian ini menggunakan dua pendekatan (kriteria informasi dan kemampuan menjelaskan variasi) memberikan hasil hasil yang bertolak belakang satu sama lain perihal penambahan moment ke dalam pembentukan model asset pricing dengan pendekatan kriteria informasi model terbaik adalah model CAPM empat moment (SCAPM). Berdasarkan kriteria koefisien
determinasi dapat disimpulkan bahwa secara umum penggunaan model asset pricing 4 faktor memang lebih superior dibanding dua model lainnya (3 faktor dan 1
faktor) dilihat dari rata-rata koefisien determinasi agregate ataupun setiap portofolio yang terbentuk.
Bahkan semakin dipertegas setelah menambahkan faktor skewness dan kurtosis ke dalam model. 

Sumber Jurnal: http://rowlandpasaribu.wordpress.com/jurnalku/pemilihan-model-asset-pricing-studi-empiris-emiten-non-keuangan/  (7/4/2013 at 21:00 pm)


Monday, March 25, 2013

REVIEW MATERI PERTEMUAN KE-2



Mata Kuliah Komputer Lembaga Keuangan dan Perbankan
Dosen Dr. Prihantoro, S.E., M.M.
 
Materi Pertemuan ke-2  (posted by: Theresia Juliana 3EA09 NPM: 16210874)

Tabungan  adalah sebagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek. Penarikan tabungan bisa dilakukan secara tunai melalui teller bank, dan bisa juga melalui ATM.

Deposito adalah simpanan dari pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga dan bank yang bersangkutan.

Giro adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, BG, atau surat perintah penarikan lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
Giro bisa diambil dengan 2 cara, yaitu lewat cek dan bilyet giro. Jika menggunakan cek harus dengan atas unjuk, sedangkan bilyet giro atas nama dan harus pemindahbukuan.

Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber. Adapun rumus dari Loan to deposit ratio (LDR)
LDR        = (loan / deposit + capital ) x 100%
= maks 110 %
Jika ι2 > ι1 maka profit yang dihasilkan bank akan semakin tinggi
Besarnya LDR maksimal 110%

Bank mempunyai kemampuan meningkatkan kredit kepada masyarakat yang asalnya dari deposito.
Bank wajib menjaga likuiditas (secara jangka panjang), sedangkan pembayaran asuransi wajib menjaga solvabilitas (secara jangka pendek).

Setiap bank wajib menyimpan uang di Bank Indonesia minimal 8% dari jumlah depositonya. Aturan ini dinamakan Legar Reserve Requirement. Jika bank tidak menyetorkan atau menyetorkan kurang dari 8%, maka bank tersebut dinyatakan liquid dan tidak dibolehkan beroperasi.

Fungsi Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan mengawasi perbankan Indonesia.
Untuk bank yang berlainan yang melakukan transaksi selalu menggunakan perantara yaitu Bank Indonesia, dan setiap transaksi tersebut mengirimkan dan mengeluarkan nota debit dan nota kredit.

  • Contoh: A membeli barang kepada B menggunakan cek  lalu cek tersebut di berikan oleh B kepada Bank B untuk dijadikan tabungan, Bank B mengirimkan nota debet ke BI dan BI mengeluarkan nota debet kepada Bank A.
Maka Bank A ( – ) & Bank B ( + )

  • A memberikan hadiah uang kepada B melalui transfer, dan Bank A mngirimkan nota kredit kepada BI dan BI mngeluarkan Nota Kredit kepada Bank B sehingga uang dapat dicairkan oleh B.
Maka Bank A ( + ) & Bank B ( – )

Sedangkan untuk setiap transaksi menggunakan bank yang sama bisa melalui transfer.
Contoh: Bank A kota Jakarta melakukan transaksi ke Bank C kota Jakarta melalui kliring (tukar-menukar surat). Bank C Jakarta melakukan transaksi ke Bank C kota Solo melalui transfer. Bank C kota Solo melakukan transaksi ke Bank A kota Solo melalui kliring. Bank A kota Solo melakukan transaksi ke Bank A kota Jakarta melalui transfer.

Untuk rekening aktiva yang bertambah masuk ke debit, jika berkurang masuk ke kredit. Sedangkan untuk rekening pasiva yang bertambah masuk ke kredit, jika berkurang masuk ke debit.

Monday, March 11, 2013

REVIEW MATERI PERTEMUAN KE-1



Mata Kuliah Komp. Lembaga Keu. Perbankan
Dosen Dr. Prihantoro, S.E., M.M.

Nama: Theresia Juliana (16210874)
Kelas: 3EA09

Beberapa fungsi atau kegunaan uang di dalam masyarakat yaitu, sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai kekayaan atau kemakmuran. Uang sebagai kekayaan atau kemakmuran dapat terlihat dari seseorang yang semakin orang tersebut mempunyai banyak uang, maka semakin kaya dan makmur lah orang tersebut.

Jika dalam suatu kondisi ada seorang yang berkekurangan, dalam artian memiliki sedikit uang dan ada seorang lagi yang berkelebihan, dalam artian memiliki banyak uang. Orang yang memiliki sedikit uang ingin meminjam uang kepada orang yang memiliki banyak uang, maka harus ada syaratnya juga. Syarat tersebut dinamakan double coincidence, yaitu trust dan fund. Trust (kepercayaan) dibutuhkan jika kita ingin meminjamkan uang kepada orang lain, yang terlebih pentingnya lagi kita harus mengenal orang yang mau meminjam uang. Biasanya jika tidak mengenal atau jika tidak percaya kepada orang tersebut, maka pinjaman tidak akan diberikan. Hal itu dilakukan untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan. Selain trust (kepercayaan), fund (dana) juga harus ada. Walaupun kita percaya kepada orang yang mau meminjam uang, tapi jika kita tidak memiliki dana sesuai dengan nominal yang dibutuhkan maka tidak bisa terlaksana. Jadi, dua hal tersebut sangat dibutuhkan.

Uang tidak hanya dalam bentuk kertas, tapi bisa juga dalam bentuk tabungan di bank, giro, deposito, saham, obligasi, atau investasi lainnya. Saham adalah tanda kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan. Keuntungan dari saham adalah dividen dan capital gain. Dividen adalah keuntungan yang dihasilkan perusahaan dan dibagikan setiap tahun, sedangkan capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual saham saat transaksi.

Jumlah nominal tabungan, giro, dan deposito nilainya selalu lebih kecil dari nilai saham dan obligasi. Untuk nilai saham dan obligasi, nilainya selalu lebih kecil dari nilai kredit. Jika melakukan kredit atau pinjaman maka akan dikenakan diskonto, yaitu bunga yang dibayar dimuka.