Showing posts with label Quote. Show all posts
Showing posts with label Quote. Show all posts

Wednesday, October 14, 2015

HABIS MARA SAMPAILAH DI ELIM


HOLLLAAAAA...


Pagi ini abis baca renungan harian tentang Mara dan Elim. Apa itu Mara? Apa itu Elim?

"Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara." -Keluaran 15:23-
(Mara: Mata air yang pahit)

Jadi, Mara itu sebuah nama tempat yang dilewati bangsa Israel. Dan pada saat itu mereka sedang kehausan, tapi yang didapati mereka adalah air yang rasanya sangat pahit, sehingga ga bisa diminum. Jadilah bangsa Israel saat itu mengeluh dan bersungut-sungut. Namun, Musa yang saat itu menjadi pemimpin bangsa Israel mengajak mereka untuk tidak bersungut-sungut dan berdoa kepada Tuhan. Lalu mereka kembali melanjutkan perjalanannya.

"Sesudah itu sampailah mereka di Elim; disana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka disana di tepi air itu." -Keluaran 15:27-

Elim sebuah tempat yang dilalui bangsa Israel setelah mereka melewati Mara. Sangat berbeda dengan Mara, di Elim ada 12 mata air dan 70 pohon korma.
Kalau di Mara mereka sangat haus dan merasakan air yang pahit, di Elim rasa haus mereka terbalaskan karena disana banyak air yang tersedia, selain itu banyak juga korma, yang membuat pahit yang mereka rasakan berubah menjadi manis.

Sama seperti kita...
Kita diizinkan Tuhan untuk melewati Mara. Ada rintangan, kesulitan, kepahitan, kesedihan. Tuhan mengizinkannya untuk kita dapat memahami ketetapan-Nya, mencari-Nya, menghadap-Nya dengan segala kerendahan diri kita. Sebab manusia cenderung lebih serius dan sungguh-sungguh mencari Tuhan saat mengalami kesulitan. Tidak jarang Tuhan berkarya melalui segala persoalan hidup yang kita alami. Tuhan mau kita dekat dan bergantung hanya kepada-Nya.
Saat kamu berada di Mara, janganlah berhenti atau malah berbalik arah, tetaplah semangat melanjutkan sedikit lagi perjalananmu dan berserah kepada-Nya. Sebab kamu harus tau, sama seperti yang dialami bangsa Mesir, sehabis Mara akan sampailah kita di Elim. Tempat yang melepaskan dahaga dan memberikan kemanisan, setelah kepahitan yang kamu rasakan.

Habis Mara, sampailah di Elim, Itu bukan sebuah kebetulan. Tapi itulah JANJI TUHAN. Di balik Mara, Dia menyediakan Elim. Di balik keterpurukan dan kepahitan hidup yang Tuhan izinkan untuk kita alami, sesungguhnya Tuhan sedang menuntun kita untuk sampai di berkat berkelimpahan yang sudah Tuhan sediakan untuk kita.

Di balik duka, ada suka. Di balik pahit, ada manis. Di balik susah, ada berkat. Di balik Mara, ada Elim :)

Tuhan Yesus memberkati..

Monday, February 2, 2015

BEDANYA CEWEK SAMA COWOK


So, basically, cewek mencintai orang yang mencintainya. Tapi kalo cowok, mereka memilih kepada siapa cinta mereka akan mereka berikan. Dasar cinta wanita itu adalah perasaan ingin disayangi. Dasarnya pria adalah perasaan ingin memiliki.” –Gege-


#kutipanbuku

(dikutip dari Mulya, Adhitya. 2004. “Gege Mengejar Cinta”. Depok: GagasMedia

ANEHNYA WANITA..


Wanita (n) “Selalu menuntut kejujuran dari pria,
tapi akan lari jika kejujuran itu datang terlalu cepat
atau jika sang wanita belum cukup kuat atau nyaman menerimanya.”

-dikutip dari sebuah novel by Adhitya Mulya (2004)-

Wednesday, January 7, 2015

Untitled


"Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di
lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di
sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca."

Charles "Tremendeous" Jones,
Presiden Life Management Services, Inc.

Monday, October 20, 2014

DOA YANG TEPAT


Jangan berdoa minta hidup enak.
Berdoalah untuk menjadi insan yang tabah.
Jangan berdoa minta tugas-tugas yang sesuai dengan kekuatan Anda.
Berdoalah memohon kuasa yang menyanggupkan Anda untuk menunaikan tugas itu.
Maka pekerjaan Anda bukanlah mukjizat, tetapi Anda sendirilah mukjizat itu.

(Pdt. Pilipus dalam Jendela Kebenaran)

Saturday, October 18, 2014

BERBUAT SEBAIK MUNGKIN


"Kalau kita tidak bisa bertindak seperti yang kita harapkan,
kita harus bertindak seperti yang kita bisa."
(Terrence)

Friday, October 17, 2014

TEMAN


"Kalau seseorang tidak mempunyai teman-teman baru,
maka ketika umurnya meningkat ia akan sendirian."
(Johnson)

Thursday, October 16, 2014

MENDENGAR


"Sediakanlah telinga Anda untuk mendengarkan semua orang,
tetapi berilah suara Anda kepada sedikit orang saja."

(Shakespeare)

Wednesday, October 15, 2014

UNTUK APAPUN ADA RESIKONYA


Tertawa mengandung resiko dikatakan sinting.
Menangis mengandung resiko dikatakan sentimentil.
Menolong orang mengandung resiko terlibat.
Mengutarakan perasaan mengandung resiko pribadi Anda akan diketahui orang.
Menyampaikan ide kepada seseorang mengandung resiko ia akan menjauhi Anda.
Mengasihi mengandung resiko tidak dibalas kasih.
Hidup mengandung resiko mati.
Percaya mengandung resiko kecewa.
Mencoba mengandung resiko gagal.

Tetapi resiko harus diambil, sebab bahaya terbesar dalam kehidupan ialah sama sekali tidak mengambil resiko. Orang yang tidak berani mengambil resiko, tidak berbuat apa-apa dan bukan apa-apa. Mungkin mereka terhindar dari kesulitan dan penderitaan, tetapi mereka tidak pernah mengalami apa artinya belajar, merasa, berubah, tumbuh, mengasihi, dan hidup. Mereka telah melepaskan kemerdekaan. Mereka adalah budak karena dirantai oleh sikapnya sendiri. Orang yang merdeka adalah orang yang berani mengambil resiko!


Sumber: Pdt.Pilipus B. 1988. Jendela Kebenaran. Andi Yogyakarta.

Monday, October 13, 2014

YESAYA 43 AYAT 18-19


Yesaya 43:18-19 ----

Firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu  yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun  dan sungai-sungai di padang belantara.

Artinya, menurut saya..
Jangan fokus atau berdiam di masa lalu,
karena tanpa kita tahu
TUHAN sedang mempersiapkan kehidupan yang jauh lebih baik
dan yang tidak terpikirkan oleh kita..
AMIN.. :)

Sunday, September 7, 2014

KESABARAN ADA BATASNYA?


Kesabaran ada batasnya atau tidak? Seringkali ketika kita emosi bilang "Kesabaran ada batasnya." Tapi banyak pula yang bilang "Kalo ada batasnya berarti bukan sabar namanya."
Jadi...?

Lalu saya coba berpikir, saat sedang berpikir itu okee tiba-tiba random dikit, keingetan makanan di Richeese F#ctory, dimana disitu ada sebuah menu bernama "Fire Wings" yang menawarkan level kepedesan dari 0-5. Level 5 merupakan andalannya yaitu level yang paling pedasss, makin ke bawah levelnya makin berkurang tingkat kepedasannya.
Okeee, langsung ke kesimpulannya, menurut saya kesabaran memang gada batasnya, tapi kesabaran ada level atau tingkatannya.

Dalam menghadapi sesuatu atau seseorang, level awal kesabaran kita masih tinggi atau masih banyak, tapi saat keadaan atau seseorang tersebut semakin menekan kita, maka level kesabaran itu menurun, menurun, dan menurun terus, bahkan bisa habis sampai mencapai level 0.

Wednesday, August 27, 2014

TIDAK MENGASIHANI DIRI SENDIRI, TAPI KASIHILAH ORANG LAIN



Saat menghadapi sebuah masalah pelik, kita cenderung mengasihani diri sendiri dan mencari perhatian dari orang lain. Seperti Daud (dalam 1 Samuel 22), Tuhan menghendaki agar kita menjadi orang yang aktif untuk memberikan penghiburan kepada orang lain. Dari hal inilah Tuhan akan menghibur kita.
Dalam menghibur orang lain kita akan terhibur, dalam memberi dorongan semangat kita akan terdorong, dan dalam menolong orang lain kita akan tertolong. Tinggalkan sikap mengasihani diri sendiri, dan mulailah mengasihi orang lain.


(dikutip dari --Samuel Yudi S/Renungan Harian -27/8/14)

Tuesday, August 26, 2014

WAKTU TUHAN, BUKAN WAKTU KITA





Waktu Tuhan bukan waktu kita
Jangan sesali keadaannya

Untuk semua ada waktu Tuhan
Tetap setia mengandalkanNya

Segala yang terjadi dihidupku
Janji Tuhan menghidupiku slalu
Kuyakin percaya ada waktunya Tuhan
Semua kan indah pada waktunya


-Dikutip dari lirik lagu Maria Shandi-


Saturday, August 23, 2014

SUKA DUKA UNTUK KEBAIKAN




Di jalanku ‘ku diiring
oleh Yesus Tuhanku..
Apakah yang kurang lagi,
jika Dia Panduku?
Diberi damai sorgawi,
asal imanku teguh.
Suka-duka dipakaiNya
untuk kebaikanku
;
suka-duka dipakaiNya
untuk kebaikanku